Pages

Subscribe:

Kamis, 30 Mei 2013

Seni Mengukir Pisang



Pada umumnya pisang sangat enak dimakan dengan sereal, smoothiesatau jadi makanan penutup, tapi apakah kamu tahu kalau pisang juga bisa menjadi suatu karya seni yang menakjubkan? Yap! Pisang cukup serbaguna, bukan hanya sebagai makanan, tapi juga sebagai bahan seni haha seorang artis dari Jepang, Keisuke Yamada menggunakan tusuk gigi untuk mengukir patung rumit dari pisang. Dia memanfaatkan bentuk pisang hingga menciptakan suatu bentuk seperti, naga atau orang dengan bentuk rambut bosozoku. Yamada mengukir pisang dalam waktu sekitar 30 menit sebelum pisang tersebut berubah warna menjadi coklat. Sayang juga jika sesudahnya pisang itu harus berakhir di dalam perut haaiisshhh.. ada-ada aja

sumber : www.japanesestation.com
Read More..

Inilah Semangka bernilai 35 Juta Rupiah !!



Pada 12 Juni kemarin di kota Sapporo,Hokkaido Jepang diadakan pelelangan untuk Semangka yang berwarna hitam disana dan buah ini terjual seharga 300.000 yen!! (sekitar 35 jutaan lah kira-kira). Mungkin bagi sebagian besar orang jarang sekali atau bahkan bingung dimana menemukan semangka yang berwarna hitam, tetapi ini diberitakan olehFNN News (Fuji TV) bahwa semangka ini memiliki kualitas gula yang lebih manis dibandingkan melon biasa, dan tahukah anda pada tahun 2008 di pelelangan yang sama terdapat semangka hitam ini juga yang terjual seharga hampir 60 juta!!
Berikut adalah video yang dikutip dari FNN News:

sumber : www.japanesestation.com
Read More..

Saat Seni Dan Ujian Mata Bertemu: Microart Peraih Penghargaan Milik Yukari Ehara



microart 01
Seni ukiran di atas diciptakan oleh seorang seniman microart Jepangbernama Yukari Ehara, dan seperti yang dapat kita lihat, dibuat menggunakan ujung pensil krayon berwarna hijau dengan tinggi 1,5 milimeter.
Ini bukanlah hal baru bagi Ehara, yang kerjanya selalu di rentang ukuran antara 1 sentimeter hingga 0,1 milimeter. Baru-baru ini saja ia menciptakan karya-karya ini dan beberapa karya lainnya di bawah ini yang ia kerjakan tanpa bantuan kaca pembesar atau mikroskop.
Selain seni ukiran ujung pensilnya, mari kita lihat juga berbagai karyanya yang lain seperti origami mini, lukisan di sebutir beras dan kanvas sebesar uang logam.
Pertama-tama di bawah ini adalah beberapa karya ukiran milik Ehara yang dapat juga dilihat di blog miliknya.
Maneki Neko setinggi 6 milimeter
microart 02
Secangkir kopi setinggi 3 milimeter
microart 03microart 04microart 05microart 06
Ukiran bunga yang kata Ehara diselesaikan hanya dalam waktu 30 menit saja.
microart 07microart 08
Shortcake strawberry berukuran 2,5mm x 1mm ini membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 3 jam.
CA3H0631microart 10
Ehara juga mengerjakan micro-painting (lukisan mini) pada kanvas-kanvas kecil yang imut ini.
microart 11microart 12microart 13
Karya berskala mini ini dapat menjadi perhiasan karya tangan yang unik.
microart 14microart 15microart 16
Lebih kecil lagi adalah lukisan di butiran berasnya, yang juga dapat dijadikan perhiasan.
microart 17microart 18
Ia membuat berbagai lukisan di butiran beras tersebut menggunakan koleksi pensil mini miliknya. Silakan lihat perbandingan besarnya dengan pensil dan jarum biasa.
microart 19CA3H0013CA3H0063microart 22
Lebih kecil lagi adalah karya origami Ehara. Sayangnya karya-karyanya itu begitu kecilnya hingga kamera tidak dapat menangkap bentuknya dengan sempurna.
microart 23microart 24CA3H0130
Yukari Ehara menggabungkan semua karyanya itu menjadi satu karya dan memasukkannya ke pameran bernama Ouchi Gallery 7th 100 Artists Exhibition di mana karyanya itu mendapat juara pertama. Termasuk origami, seni beras, dan ukirannya, seluruh karyanya hanya berukuran 33cm x 33cm dan tiap bingkai di dalamnya memiliki ukuran 4,8cm x 4,8cm.
microart 26CA3H3059microart 28microart 29
Terdapat pula miniatur kartu hanafuda. Karya Ehara terlihat di bawah gambar hanafuda biasa di bawah ini.
microart 30microart 31
Terakhir, kita akan melihat karya Ehara yang dapat dikatakan paling keren: sebuah pensil dengan tangan terukir di ujungnya yang juga memegang sebuah pensil kerja.
microart 32
Seniman berbakat ini memiliki lebih banyak karya di blog miliknya, dan mudah-mudahan masih menelurkan lebih banyak lagi karya mengagumkan di masa depan.
Yukari Ehara
microart 33

sumber : www.japanesestation.com
Read More..

Koki Jamuan Makan Yang Artistik



watermelon carving 01
Hal apa yang lebih menyejukkan di musim panas dibandingkan rasa manis dari semangka? Bahkan melihat salah satu saja tampaknya dapat menawarkan sedikit rasa lega dari panas yang terik. Karena ada sesuatu yang menyenangkan dari bentuk bulat sederhana dari buah satu ini.
Namun, serahkan saja kepada koki Takashi Ito untuk membuat seni memotong-motong buah ini terlihat selangkah lebih maju. Setelah beres dikerjakan, hasilnya adalah sebuah karya seni yang rumit.
Sebagai pengawas dapur perjamuan di Grand Prince Hotel Takanawadi Minato Ward di Tokyo, tangan Ito biasanya penuh menyiapkan hors d’oeuvres untuk ratusan, bahkan ribuan tamu dalam satu waktu.
Sangat berbada antara hanya menaruh semangka tersebut dalam potongan kotak biasa dalam sebuah piring dengan menyajikannya dengan wajah seorang presiden perusahaan dan pasangan yang menikah dengan menggunakan kulit semangka tersebut.
watermelon carving 02Ito telah mengerjakan seni ukiran kulit semangka itu sejak bertahun-tahun lamanya. Ia telah mengerti bagaimana membuat kemiripan dengan wajah seseorang, dan bagaimana perbedaan selera antara pria dan wanita. “Pria dan wanita memiliki selera yang berbeda. Seorang wanita akan merasa tidak nyaman jika apa yang kuukir tampak terlalu nyata. Salah satu alasannya adalah bahwa kulit semangka berwarna hijau, dan hal itu membuat orang terlihat seperti alien. Jadi aku harus berhati-hati untuk membuat desainku terlihat lebih jenaka, lebih mirip anime. Pria, di sisi lain, ingin terlihat senyata mungkin.”
“Bergidik” dan “kejutan budaya” adalah bagaimana Ito menggambarkan perasaannya saat pertama kali mengenal seni ukiran semangka di sebuah pameran masakan Thailand yang diadakan di Tokyo. Saat itu juga ia membulatkan tekad untuk membeli melon sendiri dan mencoba berkreasi dengannya. Itu adalah 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu Ito terus mengembangkan tekniknya yang unik dari sebuah seni yang ia temukan di Thailand – tempat di mana seni ukiran buah-buahan telah ada sejak lebih dari 700 tahun silam.
“Koki Thailand biasanya lebih memilih untuk bekerja di bulatannya, namun aku membatasi diri ke daerah pusat sebesar 250 milimeter, tapi itu memang membawa kesulitan tersendiri,” kata Ito, yang menghitung manga dan ukiyo-e di antara hal-hal yang memengaruhi karyanya.“Melon adalah sebuah bola dunia, jadi seperti peta proyeksi Mercator, Anda harus mengantisipasi distorsi di kutub.”
Melon pilihan Ito berasal dari Prefektur Kumamoto, atau dari Prefektur Okinawa dan Hokkaido ketika mereka tidak tersedia di Kumamoto. Ia membatasi sesi ukiran yang ia kerjakan ke dalam satu blok dari satu hingga tiga jam, lewat dari situ konsentrasinya akan terputus-putus. Untuk kreasi yang paling rumit ia pertama akan berlatih pada lobak daikon.
Semangka, seperti yang telah dipelajari oleh Ito, adalah buah yang sangat sempurna untuk sebuah ruang perjamuan, dilihat dari besar, warna dan ketahanannya. Jika didinginkan dengan baik, ukiran semangka akan dapat bertahan selama seminggu.
watermelon carving 03
Dibandingkan dengan ukiran bunga dari sebuah wortel misalnya, yang sulit untuk dinikmati keindahannya dari kejauhan, buah semangka dapat menarik perhatian kita dari ujung ruangan sekalipun. Mereka dapat mengundang kita untuk mendekatinya, dan saat kita telah dekat kita akan merasa terkejut sekaligus takjub melihat karya seni yang terukir di tubuhnya.
“Saat aku baru mulai, aku tidak menyangka aku akan mengukir ratusan buah semangka,” kata Ito. “Saat dipikir lagi, di situlah nilai yang paling penting. Tidak peduli seberapa berbakat atau terampilnya Anda, tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak terus maju.”


sumber : www.japanesestation.com
Read More..

30% Pengusaha Jepang Bawa Sendiri Bekal Makan Mereka Saat Bekerja



Sebagian orang gemar membawa bekal makan mereka ke kantor atau sekolah, sedangkan sebagian lainnya lebih memilih untuk makan di kantin kantor/sekolah atau restoran terdekat.
Kini ada tren baru di kalangan pengusaha Jepang. Sebuah perusahaan asuransi jiwa di Jepang mengadakan sebuah survei mengenai tren makan siang pengusaha, yang disebarkan ke 5.652 orang pengusaha berusia antara 20-an hingga 30-an. Hasilnya adalah bahwa 32, 3% pengusaha pria dan 39,5% pengusaha wanita membawa bekal makan mereka sendiri ke tempat kerja. Ini berarti 1 dari 3 pengusaha memilih bekal makan.
Selebihnya, untuk pria, 20,5% biasa membeli makan di kantin, 18,3% membeli di toko terdekat dan 11,9% memilih untuk makan di luar kantor mereka. Sementara untuk wanita, 12,9% membeli bekal makan di toko, 10,8% memilih untuk pulang ke rumah (!), 10,0% menikmati makan di luar dan hanya 7,8% yang makan di kantin kantor.
Hal yang mengejutkan adalah bahwa sebagian pengusaha wanita memilih untuk pulang ke rumah untuk menikmati makan siang mereka! Hal itu mungkin saja bila kantor mereka berada dekat dari tempat tinggal mereka, namun ini pun berarti mereka harus menyiapkan makan siang dan hal itu cukup menyita waktu. Belum lagi rasa ingin bersantai setelah makan yang mungkin timbul jika kita memilih untuk makan siang di rumah.
Survei itu juga melihat berapa besar uang yang dihabiskan oleh para pengusaha tersebut untuk makan siang mereka. Dan antara pria dan wanita jawaban yang paling umum adalah 500 yen (pria : 27,7%, wanita : 29,1%), yang merupakan harga yang tidak mahal sama sekali. Jawaban paling populer kedua untuk pria adalah 300 yen (11,0%) sementara jawaban kedua untuk wanita adalah 1000 yen (14,9%). Terlihat di sini terdapat sebuah gap yang jelas antara wanita dan pria.
Normalnya, jika kita makan siang di sebuah restoran yang cukup bagus atau kita memilih menu makan siang dengan harga yang telah ditetapkan, kita akan menghabiskan sekitar 1000 yen. Namun makanan seharga 5000 yen mungkin adalah semangkuk ramen, sementara dengan 300 yen kita akan mendapatkan semacam beef teriyaki. Perbedaan ini mungkin dikarenakan para pria Jepang lebih senang menghabiskan uangnya untuk membeli berbagai majalah.

sumber : www.japanesestation.com
Read More..

Rabu, 29 Mei 2013

Peneliti Di Universitas Osaka Ciptakan ‘Kertas Surya’ Yang Memroduksi Energi



solar-paper
Dalam sebuah berita yang dimuat di Gizmodo Japan, para pemecah masalah yang kreatif di Universitas Osaka Jepang mengumumkan bahwa mereka telah merekayasa suatu jenis “kertas” baru yang benar-benar dapat menghasilkan dan menyimpan energi dari sinar matahari.
Mereka yang peduli terhadap kondisi Bumi saat ini tentunya selalu mencari cara untuk mengurangi jejak karbon yang sebagian besar dihasilkan oleh alat-alat elektronik yang tiap hari kita pakai. Saat raksasa elektronik Sharp mengumumkan panel solar (surya) semi-transparan ciptaan mereka yang suatu saat bakal mengubah jendela-jendela rumah kita menjadi lahan penyerap energi dari sinar matahari, semua orang merasa sangat bersemangat. Namun berita dari Universitas Osaka ini benar-benar membuat kita terhentak kagum.
Pertama dari jenisnya, “kertas pemroduksi energi surya” ini adalah sebuah bahan transparan yang terbuat dari serat kertas dan “kabel nano” perak serta konduktor tidak terlihat yang terdapat di permukaannya. Panel surya yang sangat kecil itu dikatakan bersifat sangat kuat dan fleksibel selain menjadi salah satu dari penghasil energi berbasis energi surya paling efisien hingga saat ini. Dan karena bahan itu terbuat dari bahan-bahan alami, saat masa pakainya telah berakhir, kertas itu dapat dibuang dengan mudah dan aman.
Sumber daya revolusioner ini saat ini dijadwalkan untuk diproduksi secara penuh untuk penggunaan praktis dalam waktu tiga tahun ke depan.
Kita telah lama mengetahui bahwa pohon sangatlah penting bagi kelangsungan hidup planet kita, namun kita benar-benar tidak mengetahui bahwa suatu hari nanti mereka dapat menolong kita memroduksi energi yang aman dan bersih.

sumber : www.japanesestation.com
Read More..

Selasa, 28 Mei 2013

1 Dari 3 Pria Muda di Jepang Merasa Tidak Dapat Menikah



Satu dari tiga pria Jepang berusia 20-an berpikir bahwa mereka tidak mungkin bisa menikah, meskipun mereka tetap ingin melakukannya, dengan sekitar 60 persen menyatakan ketidakamanan ekonomi sebagai alasan utama, seperti yang diungkapkan oleh sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi jiwa.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan Lifenet Insurance Co. yang berbasis di kota Tokyo ini juga mengungkapkan banyaknya responden yang bersedia untuk mengambil peran aktif dalam hal membesarkan anak.
Ekonomi yang lebih baik dapat mendorong lebih banyak orang untuk menikah, sehingga membantu meningkatkan jumlah anak-anak di negeri ini, seperti yang dikatakan oleh seorang pejabat dari perusahaan itu.
Polling tersebut dilakukan di Internet pada bulan September dan diikuti oleh 450 orang pria berusia 20-an.
Saat ditanya apakah mereka pikir mereka dapat menikah, hanya 27,8 persen yang mengatakan bahwa mereka ingin menikah dan bisa menikah, sementara 35,3 persen mengatakan bahwa mereka tidak ingin menikah.
Proporsi responden yang takut tidak mampu untuk menikah meskipun memiliki keinginan untuk melakukannya mencapai 36,9 persen. Alasan teratas adalah ketidakamanan ekonomi, sebanyak 60,8 persen, dibandingkan dengan 48,2 persen yang mengatakan alasan mereka tidak dapat menikah adalah karena tidak populer dengan wanita.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 87,8 persen dari seluruh responden ingin aktif terlibat dalam hal membesarkan anak. Namun 74,9 persen mengatakan mereka khawatir apakah mereka dapat menghasilkan cukup uang untuk menutupi biaya dalam membesarkan anak seperti biaya pendidikan dan juga biaya hidup bagi anak-anak mereka.
Sebanyak 82,4 persen merasa belum pasti dengan masa depan mereka, namun 89,6 persen mengatakan mereka tidak mengambil langkah-langkah tertentu seperti menabung untuk meredakan kegelisahan mereka.

sumber : www.japanesestation.com
Read More..